SESAAT
Sesaatku meraba
Sesaatku meraba
Sesaat Ku terjaga
Sesat Ku manatap
Dan sesaat ku melihat dari apa yang aku baca
Sesaat aku terdiam menerawang
Diam merenung
Semua aku baca dan aku terka dalam sebuah rekayasa
Kita hanya bisa menerka karena semua sudah ada ketentuan jalannya
Dialah yang punya kuasa
Dengan kerendahan diri dan semakin dekat pada Illahi
Coba kita berkaca siapa kita
Makhluk kecil yang tak punya apa apa
Dilahirkan telanjang rendahkanlah dirimu karna Tuhan pasti angkat derajatmu
Jabatan hanyalah sebuah titipan
Sesaat kita hanya berjalan dalam sebuah bantal bantal impian
Kita hanya dilahirkan dari setetes air mani
Apa yang kau sombongkan tentang dirimu wahai manusia
Hartamu ? atau kedudukanmu ???
Semua belumlah apa apa
Yang paling mulia diantara kita adalah keikhlasan kita untuk mengabdi pada sang pencipta
Ilmumu yang kau dapat akan musnah jika kita sombong dan durhaka pada diri kita
Bukankah itu semua adalah titipan belaka
Coba kita renungkan kembali apa yang sudah kita perbuat selama ini
Niscahya engkau akan melihat betapa buruknya kita
Sesaat kita hanya berjalan dalam sebuah bantal bantal impian
Kita hanya dilahirkan dari setetes air mani
Apa yang kau sombongkan tentang dirimu wahai manusia
Hartamu ? atau kedudukanmu ???
Semua belumlah apa apa
Yang paling mulia diantara kita adalah keikhlasan kita untuk mengabdi pada sang pencipta
Ilmumu yang kau dapat akan musnah jika kita sombong dan durhaka pada diri kita
Bukankah itu semua adalah titipan belaka
Coba kita renungkan kembali apa yang sudah kita perbuat selama ini
Niscahya engkau akan melihat betapa buruknya kita
0 komentar:
Poskan Komentar